Puisi "Pemilu"

4/16/2014

Ilustrasi


pemilu, pemilu
dengan apa aku menyambutmu
sebagai warga negara yang patuh
kubulatkan tekad untuk ikut bersatu
berjejal di tempat pemungutan suara yang berdebu
dengan hati tak menentu,
akhirnya kuserahkan juga pilihanku


pemilu, pemilu
adakah kini aku tak salah menunggu
pemimpin-pemimpin yang tulus menjenguk hati
bekerja demi kehidupan dan kehormatan bangsa ini
ataukah cuma ilusi, berakhir anganku
pada sayatan sembilu

pemilu, pemilu
dari sekian juta suara dalam kotak itu
kubayangkan pula selembar suaraku
berdesak-desakan mencari pintu
pintu yang penuh cahaya, dimanakah itu?
oooooooo, kuharap ia tak berakhir pilu
dan harapan tak selamanya kelabu

pemilu, pemilu
setelah mendengar perhitungan suara yang palsu
perlahan-lahan impianku
rontok satu demi satu
terkubur jutaan gombal dan janji yang riuh

pemilu, pemilu
setelah tahun-tahun rusuh
dan kabut hitam mengepung jiwaku
bagaimana lagi aku menyambutmu...

Repost by : @bimaindramulya

You Might Also Like

0 comments