Weekend Daki Gunung Papandayan (PART II)

9/09/2014

Tidur dengan suhu udara yang dingin sekali di tengah alam yang bebas menjadi keseruan tersendiri. Terlebih ada salah satu dari rombongan yang mengalami kedinginan hebat waktu itu. Yaitu si Andi, adik kelas waktu smk dulu. Awalnya, celana panjang yang dia pakai terkontaminasi bekas TA* orang. Tentu saja membuat risih sehingga dia melepas celana panjangnya dan memakai celana pendek.
Dan apesnya dia tidak membawa sleepingbag, jadilah kedinginan hebat. Beruntung teman-teman lainnya cepat meberi pertolongan.
note : saya waktu itu tidur pulas kedinginan sambil menjelajah mimpi, jadi saya hanya tau saat teman saya cerita esoknya hehe.

Sekitar pukul 3 pagi, saya dibangunkan. Seperti dijadwal sebelumnya bahwa jam 3 pagi bersiap untuk brangkat untuk summit atau menuju Tegal Alun demi melihat sunrise/melihat pemandangan padang Edelweiss. Perjalanan kesana membutuhkan waktu sekitar 1,5 - 2 jam. Hanya 9 orang yang ikut perjalanan kesana. Lainnya tinggal ditenda untuk melanjutkan tidur. Sekitar jam set4 pagi kami pun berangkat dengan membawa senter dan air mineral secukupnya. Waktu itu cuaca sangat cerah sekali. Bulan dan ribuan bintang terpampang sangat jelas. Sungguh indah lukisan Yang Maha Pencipta.

Jalan menuju Tegal Alun yaitu melewati punggungan gunung dengan konutur cukup terjal dengan medan jalur berupa bebatuan besar seperti sungai kering. Pendakian menuju puncak harus extra hati-hati jangan sampai terpleset dan jatuh. Dan menurut saya jalur ini merupakan jalur tersulit di Gunung Papandayan. Di Gunung Papandayan juga tidak seperti gunung-gunung lainnya yang memiliki petunjuk bahwa lokasi tersebut adalah puncak dari gunung tersebut.

Sekitar jam 6 kurang sedikit, kami sampai di Tegal Alun. Disana terpampang padang Edelweiss yang sangat luas. Dan spot yang cocok untuk sesi foto wkwkwkwk. Kami pun langsung berfoto ria.














Setelah puas berfoto ria, kami langsung balik menuju tenda. kami tidak melewati rute pada waktu berangkat tadi, melainkan lewat Hutan Mati. Hutan Mati ini sangat terkenal di gunung Papandayan. Karena memang hampir setiap pengunjung yang mendaki Papandayan pasti menuju Hutan Mati tersebut. Hutan Mati ini bukan berarti hutan yang banyak orang/pendaki yang mati disini atau binatang yang mati disini, melainkan pohon-pohon dari hutan ini sudah mati karena kebakaran hutan mungkin. Tempat ini juga menarik sebagai tempat untuk berfoto. 

Sesampai di hutan mati, kami beristirahat terlebih dahulu. Rasa lapar mulai menyerang karena jalanan yang turun dan berpasir sehingga butuh kaki yang kuat untuk menahan laju. Di sana kami bertemu bapak-bapak tua yang akan menuju ke atas dengan membawa pikulan. Kami melihat seperti berat sekali bawaaanya. Dan ternyata beliau membawa nasi kuning bungkus dan bermacam gorengan untuk dijual di Tegal Alun. Kami pun membeli daganganya, sekalian sarapan mengisi perut yang sudah terasa lapar sekali. Tidak saya dll befoto kembali di Hutan mati ini wkwkwk








Setelah kenyang, kami langsung cabut menuju ke tenda. Dari Hutan Mati ke Pondok Saladah ini membutuhkan waktu sekita 30-45 menit.
Sesampai di tenda saya langsung istirahat sambil menunggu gantian bikin minuman hangat. Kami juga bersiap untuk pulang, merapikan barang bawaan dan mencuci piring yang kotor. 

Sekitar jam 12 siang kami start meninggalkan camp dan turun gunung untuk kembali pulang np : kangen band :D
Perjalanan menuruni gunung ini membutuhkan waktu yang tidak lama layaknya pada waktu naik. Sekitar kuranglebih 1jam lama perjalanan saya sudah sampai pada pintu masuk. Sambil istirahat sejenak, saya mengisi perut yang lapar. 1 nasi goreng dan beberapa camilan langsung saya santap. haha.

Setelah semua sudah sampai dan sudah mengisi perut, kami langsung cabut pulang menuju Bandung. Sekitar jam 7 malam kami sampai.
Saya dan Galeh juga langsung menelpon travel dan mencari tiket kereta api. Dan apesnya semua sudah pada habis :(
Akhirnya kami berdua memutuskan naik bis dari terminal Leuwih Panjang. Dan tak terasa sekitar jam 2 malam kami tiba di Jakarta. Saya pun langsung tidur karena paginya langsung menjadi buruh hahaha.

Jadi seperti itu kisah petualangan weekend sebentar saya haha. 
Sekian.......

You Might Also Like

2 comments