Weekend Daki Gunung Papandayan (PART1)

9/09/2014

Setelah lama tak mendaki, akhirnya ada juga teman yang ngajak mendaki. Maklum, terakhir mendaki sudah lupa kapan namun pada waktu itu hanya di gunung Galunggung, gunung kecil di daerah Tasikmalaya. Kali ini saya akan mendaki gunung Papandayan. Sebuah gunung yang ada di daerah Kota Dodol, Garut Jawa Barat.

Awalnya teman saya di Jakarta sudah ada yang mengajak duluan, tapi pada waktu itu ada kuliah minggu yang tak bisa ditinggalkan. Dan ternyata teman saya yang ada di Bandung juga mengajak saya, namun pada minggu berikutnya. Gak pake lama saya langsung meng-iyakan ajakan teman saya tersebut haha. Saya punya waktu seminggu untuk mencari teman yang bisa saya ajak untuk berangkat bareng dari Jakarta. Dan akhirnya si Galeh lah yang mau saya ajak. Maklum, dia Mountain Addicted karena dulu anggota Pecinta Alam di SMK saya.

Punya waktu seminggu untuk packing dan menyusun rencana perjalanan. Akhirnya saya dan Galeh berangkat hari Jumat pagi. Otomatis kita mengambil cuti 1 hari. Tujuan pertama kami yaitu kota Bandung. Disana kami menginap di kontrakan teman-teman saya yang kuliah di ITT Bandung. Kami berdua menuju kesana by train from Gambir.

Setelah menikmati perjalanan di kereta yang memakan waktu +2,5jam kami akhirnya sampai di Kota Kembang Bandung. Kami dijemput oleh 2 orang teman kami, si Idang dan si Gara. Lalu menuju ke kontrakan teman-teman. Disana kami istirahat sejenak sambil itung2 reuni haha. Rencananya kami berangkat menuju Garut esok pagi hari by motor. Jadi ada waktu cukup lama untuk keliling sekitaran kampus ITT wkwk. Malam harinya kami pembagian barang bawaan, lalu tidur. 

Sekitar jam 4 subuh kami bangun untuk siap-siap. Rombongan kami terdiri dari 16 orang = 8 motor. Sebelum berangkat kami berdoa terlebih dahulu dan mampir pom bensin haha. Sekitar jam 5an kita baru berangkat.

Perjalanan dari Bandung menuju Garut memakan waktu sekitar 5-6jam. Tidak lupa kami berhenti sejenak di daerah Nagreg untuk membeli sarapan. Setelah itu lanjut menuju Garut sampai pintu masuk gunung Papandayan. 

Sekitar jam 11siang kami sampai di pintu masuk Papandayan. Perlu diketahui, jalan menuju pintu masuk sangatlah susah.  Tanjakan naik dan jalanan yang berpasir membuat pengendara mobil/motor harus extra hati-hati dan harus punya skill berkendara lebih :D. Beruntung rombongan kami bisa sampai, walaupun ada satu motor yang jatuh :D

Setelah mengurus karcis masuk gunung dan parkir motor, tepat jam 12siang kami semua start pendakian. Menurut orang-orang sekitar, pendakian ke Papandayan memerlukan waktu normal sekitar 2-3jam.









Terik matahari yang begitu panas ditambah jalan yang naik membuat kami cepat kehausan. Tidak lupa kami minum seteguk air yang sudah kami bawa sambil beristirahat sejenak.

Dalam perjalan mendaki gunung tidak semua orang dalam satu rombongan berjalan dengan kecepatan yang sama. Semua tergantung pada fisik orang tersebut. Oleh karena itu dalam rombongan kami yang memiliki fisik prima berada paling depan untuk mendirikan tenda. Sehingga bisa mempersingkat waktu kegiatan ngecamp. Kebetulan saya juga ikut dalam orang fisik prima tersebut :p haha. Ada 4 orang yang berada di jalur terdepan untuk mendirikan tenda di Pondok Saladah (tempat ngecamp).

Sekitar jam set 3 kami berempat sampai di Pondok Saladah. Suasana disana sudah sangat ramai dengan para pendaki lainnya. Kamipun langsung mencari tempat yang pas untuk mendirikan tenda. Kami memasang 2 tenda yang lumayan besar. Setelah semua terpasang, kami pun merapikan barang bawaan yang ada sembari bersistirahat menunggu rombongan yang berada di belakang.




Satu per satu rombongan kami datang. Merekapun langsung selonjor istirahat karena kecapean berjalan haha. Sore waktu itu cuaca sanat cerah. Sambil menunggu malam, kami melakukan kegiatan seperti buat mie, kopi, susu, atau hanya bergurau ria.

Langit semakin gelap, suhu udara semakin dingin tentunya, dan suasana yang ramai para pendaki waktu itu semakin membuat suasana seperti layaknya pasar gelap :D.
Berhubung kemah identik dengan api unggun, kami juga membuatnya. Sebagian dari kami mencari batang kayu/pohon untuk dijadikan api unggun. Namun sayangnya kami telat mencari, karena hari sudah mulai malam dan suhu udara sangat dingin, ditambah air embun yang membasahi sekitar, begitu juga dengan kayu yang kami dapatkan :| . Tapi tidak masalah bagi kami, api unggun telah dibuat. Walaupun gk seberapa besar dan lama, namun cukup untuk menghangatkan badan yang sudah terasa dingin sekali.






Semakin malam, suhu semakin dingin, dan api pun sudah tak tahan lama lagi. Sebagian dari kami langsung menuju tenda untuk bersiap memakai sleepingbag dan tidur. Termasuk saya yang sudah gk kuat menahan dingin yang menusuk :D. Dan hari itu diakhiri dengan makan mie + minuman hangat lalu tidur.

Untuk hari selanjutnya kami akan menuju puncak Papandayan / menuju kebun edelwis. Dan dijadwal berangkat jam 3 pagi.


Lanjut part II

You Might Also Like

1 comments