Weekend Daki Gunung Gede

11/18/2014


Weekend kemaren (16-11-2014) saya dan beberapa teman kantor + teman SMA telah mendaki gunung Gede. Kebetulan saya juga ngepasin jatah skip kuliah praktikum hari Minggu yang hanya tersisa 1x gak masuk hehe. Jadi saya memutuskan untuk pergi daki gunung Gede.


Gunung Gede sendiri merupakan gunung yang terletak di kawasan Taman Nasional Gede Pangrango yang terletak di kawasan puncak kabupaten Bogor. Untuk mendaki gunung ini, harus mendaftar terlebih dahulu di booking.gedepangrango.org . Disitu sudah jelas petunjuk booking dan informasi tentang pendakian gunung Gede. Setelah daftar, wajib mengambil SIMAKSI (Surat Ijin Memasuki Kawasan Konservasi) di kantor Taman Nasional Gede Pangrango Cibodas yang kebetulan menjadi pintu masuk pilihan saya dan rombongan. Saat itu saya belom bisa membawa SIMAKSI pulang karena alasan asuransi yang belom ada. Dan petugas TNGG menginstruksikan suruh kembali lagi lusa. Daripada capek-capek bolak-balik Jakarta-Cibodas, saya titipkan ke penduduk sekitar yang kebetulan ada yang menawarkan jasa pengambilan simaksi. Pak Ade namanya. Dia juga menyediakan sewa alat-alat pendakian (tenda, matras, sleepingbag dll). Bagi pembaca yang ingin mendaki G.Gede dan gk punya alat-alat pendakian bisa minta kontak Pak Ade di saya hehe.
Waktu itu saya mengambil bersama teman kantor sekaligus kakak kelas saya di smk mokleT Malang (mas Frans). Dia juga yang tau jalan + pernah kesana haha.

Kawasan Puncak

Kawasan Puncak

Kawasan Puncak

Saya dan rombongan berjumlah 9 orang, dan sepakat berangkat dari Jakarta menuju pintu masuk Cibodas by motor. Awalnya berjumlah 11 orang, namun ada 2 orang yang cancel karena tidak fit. Perlu diketahui juga salah satu syarat penting dalam mendaki yakni harus keadaan fit 100%. Jika tidak medning gausah deh. Apalagi waktu itu memasuki musim hujan. Jadi jaga kondisi tubuh sebelum mendaki.

Kami berangkat dari Jakarta sekitar jam 22.30 malam dengan berkumpul di kantor saya daerah Cawang. Perlu diketahui, kami mendaki juga bebarengan rombongan teman-teman dari Bandung juga yang berjumlah 6 orang. Mereka brangkat dari bandung jam 20.00 dan sudah berkordinasi untuk start pendakian bareng esok pagi.

Kami berangkat melewati rute Jakarta - Depok - Bogor - Puncak. Diluar perkiraan kami sampai jam 03.00 pagi. Dikarenakan salah satu motor dari rombongan kami si Gregah, mengalami mogok di Kota Bogor. Yang membuat kesulitan yakni, motor yang mogok itu vespa dan waktu itu tengah malam. Setelah mencoba mempebaiki sendiri sampai berkeringat, akhirnya terpaksa mendorong hingga menemukan ada bengkel atau geng motor vespa. Dan alhamdulilah tidak sampai 200m ada bengkel buka. Gak kebayang jika harus dorong sampai pintu masuk dengan jalan yang naik :D. Setelah motor sehat kembali, kami melanjutkan perjalanan, dan dapat info jika rombongan bandung sudah datang terlebih dahulu. Kami sampai sekitar -+ jam 03.00. Padahal perkiraan sampai jam 12.00-01.00 haha.
Kami semua rencana berangkat jam 06.00 pagi. Sesampai disana kami bertemu dengan rombongan Bandung dan langsung tidur di depan toko orang untuk istirahat walaupun hanya sebentar :p .

Sebelum berangkat, saya dan beberapa lainnya melaksanakan ibadah sholat subuh di masjid yang tersedia. Tidak lupa mengisi perut (sarapan) untuk menambah tenaga. Total jumlah pasukan rombongan kami yakni 14 orang. Setelah semua siap, pukul 06.30 kami start pendakian. Jreng jrengg............................


Jkt + Bdg









Cuaca waktu itu mendung. Udara yang sejuk khas gunung membuat saya merasa ngefly bwakakak #lebay. Medan pendakian gunung Gede gk begitu susah yakni jalan setapak. Ada juga bebatuan yang sudah tersusun. Namun jalan yang naik sekali membuat nafas ngos-ngosan. Tidak lupa kami sering nge-break dahulu hanya untuk istirahat sejenak.
Berikut merupakan pos-pos yang akan dilewati via pintu masuk Cibodas
- Air Terjun Cibeureum
- Air Panas
- Kandang Batu
- Kandang Badak

Untuk tempat camp kami semua sepakat untuk berkemah di pos Kandang Badak. Karena pintu keluar kami melalui Cibodas juga.
Perjalanan pendakian ini sangat seru. Melewati Air Panas (gambar: terakhir) dimana air yang mengalir terasa panas dan samping kanan adalah jurang membuat perjalanan semakin seru dan sedikit ekstrim. Karena jalan yg dilewati yaitu batu-batu licin yang memungkinkan bisa terpeleset. Butuh extra hati-hati untuk lewat pos Air Panas ini.
Di pos Air Panas, kita bisa mengambil air dari sumber yang ada. Kamipun  tidak lupa mengisi botol air minum yang sudah kosong sekaligus beristirahat (nge-break) sejenak hehe.

Setelah berjalan perlahan-lahan, menyusuri jalan yang kian naik, ditambah perut yang mulai keroncongan saya bersama 7 orang teman saya sampai di tempat camp yang dituju yakni Kandang Badak. Sisanya masih dibelakang karena sering nge-break mungkin haha. Kami sampai sekitar jam 12.00 siang, dan total perjalanan menuju ke tempat camp yakni 5,5 jam perjalanan. Disana ternyata ada penjual seperti warkop. Sedia berbagai macam gorengan dan minuman hangat. Namun jangan tanya harganya, karena pasti mahal wkwkwk. Berhubung kami semua lapar, gorenganlah yang menjadi makanan penyangga perut hehe.
Suasana waktu itu mendung. Dan ternyata di Kandang Badak sendiri sudah banyak tenda yang berdiri. Sehabis nyemil, kami langsung mencari tempat untuk mendirikan tenda sambil menunggu teman-teman yang belom datang sambil mendirikan tenda.

Malam datang, dan saya langsung mengambil posisi tidur terlebih dahulu. Karena memang sudah sangat ngantuk dan lelah.
Kami semua berencana untuk menuju summit esok harinya. Kami sepakat berangkat sekitar jam 3 - 4 pagi. Untuk menuju puncak (summit) dari Kandang Badak memerlukan waktu sekitar 2jam perjalanan.

Sekitar jam set4 pagi kami berangkat menuju puncak. Hanya barang bawaan yang penting saja yang kami bawa (senter, kamera, hp, dompet, air mineral), sisanya kami tinggal di tenda.
Berjalan menyusuri hutan yang masih gelap gulita dengan udara yang begitu dingin ditambah jalanan yang tambah naik menjadi tantangan tersendiri bagi saya, itung-itung sambil latihan fisik lah haha.

Untuk menuju puncak, akan melewati yang namanya "Tanjakan Setan". Dilihat dari namanya saja kelihatan sangar. Jadi tanjakan setan itu dimana kita melewati tebing menanjak yang tingginya kira-kira 50meter dengan kemiringan kira-kira 80° atau hampir 90° dengan modal seutas tali tampar yang sudah dikaitkan. Jadi seperti panjat tebinglah kira-kira. Butuh keseimbangan dan tenaga yang cukup untuk lewat sini. Sayangnya saya tidak mendapatkan gambar karena memang waktu itu masih sedikit gelap. Ini saya lihat dari google, seperti inilah penampakannya :


sumber : mbah google

Cuaca waktu itu kurang bersahabat, karena awan mendung menutupi matahari. Sehingga kami tidak bisa melihat sunrise di puncak Gede. 
Namun ternyata di puncak sudah sangat ramai para pendaki. Bahkan ada yang berjualan nasi juga. Saya pun membeli sebungkus nasi untuk sarapan.

Meskipun cuaca mendung, pemandangan di puncak juga tak kalah bagusnya. Maka merupakan sebuah kewajiban untuk mengabadikan pemandangan tersebut, sekaligus berfoto ria hahahaha.


View M. Pangrango
 
2958dpl

Top

Top

Setelah puas berfoto dan menikmati udara segar di puncak Gede, kami kembali menuju camp.

Sesampai di camp, kami istirahat sejenak sambil bergurau ria. Dan juga memasak makanan yang kami bawa (mie instan + nasi + nugget + sarden + energen + dll) :D.







 Setelah kenyang, dan cukup istirahat kami bersiap untuk turun. Sekitar jam 12 siang, setelah semua peralatan (tenda, sleepingbag, matras, dll) dipacking dengan rapi kami meluncur untuk kembali pulang. Sebelumnya tak lupa kami foto bersama terlebih dahulu hehe


Full Team *cheers

Setelah itu kami langsung berangkat pulang. Eh, sebelumnya isi amunisi air dulu di sumber terdekat hehe. Sialnya, waktu perjalanan pulang hujan turun.
Sekitar jam 4 sore kami semua sampai di Cibodas. Warteg langsung saya tuju untuk mengisi perut yang kelaparan karena lelah perjalanan hehehe, sambil beristirahat sejenak.

Sekitar jam setengah 6 setelah pengembalian barang sewaan, kami semua berangkat pulang  ketujuan masing-masing dengan ditemani hujan deras yang mengguyur Cibodas dan udara dingin tentunya.
Berakhirlah perjalanan pendakian Gunung Gede kami yang Alhamdulilah berjalan dengan lancar tanpa hambatan. :)

Sekian, sampai jumpa di cerita trip berikutnya :D

You Might Also Like

0 comments