Attitude Moklet
7/24/2011
SIKAP (ATTITUDE)
Bagaimana kita suka / tidak suka terhadap sesuatu dan pada akhirnya menentukan perilaku kita.
Sikap :
- suka mendekat, mencari tahu, bergabung
- tidak suka menghindar, menjauhi
Definisi :
1. Berorientasi kepada respon
: sikap adalah suatu bentuk dari perasaan, yaitu perasaan mendukung atau memihak (favourable) maupun perasaan tidak mendukung (Unfavourable) pada suatu objek
2. Berorientasi kepada kesiapan respon
: sikap merupakan kesiapan untuk bereaksi terhadap suatu objek dengan cara-cara tertentu, apabila dihadapkan pada suatu stimulus yang menghendaki adanya respon.
: suatu pola perilaku, tendenasi atau kesiapan antisipatif untuk menyesuaikan diri dari situasi sosial yang telah terkondisikan.
3. Berorientasi kepada skema triadik
: sikap merupakan konstelasi komponen-komponen kognitif, afektif, dan konatif yang saling berinteraksi dalam memahami, merasakan, dan berperilaku terhadap suatu objek di lingkungan sekitarnya.
Secara sederhana sikap didefinisikan :
Ekspresi sederhana dari bagaimana kita suka atau tidak suka terhadap beberapa hal.
Contoh :
sikap dalam kehidupan sehari-hari pada :
- Iklan
- Parpol
- Opini
Komponen atau Struktur Sikap
Menurut Mar’at (1984):
1. Komponen kognisi yang berhubungan dengan belief (kepercayaan atau keyakinan), ide, konsep,persepsi, stereotipe, opini yang dimiliki individu mengenai sesuatu.
2. Komponen Afeksi yang berhubungan dengan kehidupan emosional seseorang menyangkut perasaan individu terhadap objek sikap dan menyangkut masalah emosi.
3. Komponen Kognisi yang merupakan kecenderungan bertingkah laku ”kecenderungan” belum berperilaku.
- Interaksi antara komponen sikap :
Seharusnya membentuk pola sikap yang seragam ketika dihadapkan pada obejk sikap.
Apabila salah satu komponen sikap tidak konsisten satu sama lain, maka akan terjadi ketidakselarasan akibat terjadi perubahan sikap.
Pembentukan Sikap
Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap :
1. Pengalaman pribadi
Dasar pembentukan sikap: pengalaman pribadi harus meninggalkan kesan yang kuat
Sikap mudah terbentuk jika melibatkan faktor emosional.
2. Kebudayaan
Pembentukan sikap tergantung pada kebudayaan tempat individu tersebut dibesarkan
Contoh pada sikap orang kota dan orang desa terhadap kebebasan dalam pergaulan.
3. Orang lain yang dianggap penting (Significant Otjhers) yaitu: orang-orang yang kita harapkan persetujuannya bagi setiap gerak tingkah laku dan opini kita, orang yang tidak ingin dikecewakan, dan yang berarti khusus.
Misalnya: orangtua, pacar, suami/isteri, teman dekat, guru, pemimpin. Umumnya individu tersebut akan memiliki sikap yang searah (konformis) dengan orang yang dianggap penting.
4. Media massa
Media massa berupa media cetak dan elektronik
Dalam penyampaian pesan, media massa membawa pesan-pesan sugestif yang dapat mempengaruhi opini kita.
Jika pesan sugestif yang disampaikan cukup kuat, maka akan memberi dasar afektif dalam menilai sesuatu hal hingga membentuk sikap tertentu
5. Institusi / Lembaga Pendidikan dan Agama
Institusi yang berfungsi meletakkan dasar pengertian dan konsep moral dalam diri individu. Pemahaman baik dan buruk, salah atau benar, yang menentukan sistem kepercayaan seseorang hingga ikut berperan dalam menentukan sikap seseorang.
6. Faktor Emosional
Suatu sikap yang dilandasi oleh emosi yang fungsinya sebagai semacam penyaluran frustrasi atau pengalihan bentuk mekanisime pertahanan ego.
Dapat bersifat sementara ataupun menetap (persisten/tahan lama)
Contoh: Prasangka (sikap tidak toleran, tidak fair)
Teori Tentang Sikap
1. Teori Keseimbangan
- Fokus: upaya individu untuk tetap konsisten dalam beersikap dalam hidup
- Teori keseimbangan dalam bentuk sederhana:
- Melibatkan hubungan-hubungan antara seseorang dengan dua objek sikap. Ketiga elemen tersebut dihubungkan dengan:
# Sikap favorable (baik, suka, positif)
# Sikap unfavorable (buruk, tidak suka, negatif)
- Pembentukan sikap tersebut dapat dapat seimbang atau tidak seimbang.
Faktor-faktor Perubah Sikap
Perubahan Sikap dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu:
1. Sumber dari pesan
o Sumber pesan dapat berasal dari: seseorang, kelompok, institusi
o Dua ciri penting dari sumber pesan:
a. Kredibilitas
semakin percaya dengan orang yang mengirimkan pesan, maka kita akan semakin menyukai untuk dipengaruhi oleh pemberi pesan.
Dua aspek penting dalam kredibilitas, yaitu:
- Keahlian keahlian dan kepercayaan saling berkaitan
- Kepercayaan
Tingkat kredibilitas berpengaruh terhadap daya persuasif
Kredibilitas tinggi daya persuasif tinggi
Kredibilitas rendah daya persuatif rendah
b. Daya Tarik
Kredibilitas masih perlu ditambah daya tarik agar lebih persuatif
Efektivitas daya tarik dipengaruhi oleh:
- daya tarik fisik
- menyenangkan
- kemiripan
2. Pesan (Isi pesan)
oUmumnya berupa kata-kata dan simbol-simbol lain yang menyampaikan informasi
o Tiga hal yang berkaitan dengan isi pesan:
a. Usulan
suatu pernyataan yang kita terima secara tidak kritis pesan dirancang dengan harapan orang akan percaya, membentuk sikap, dan terhasut dengan apa yang dikatakan tanpa melihat faktanya.
Contoh :
iklan di TV
b. Menakuti
cara lain untuk membujuk adalah dengan menakut-nakuti. Jika terlalu berlebihan maka orang menjadi takut, sehingga informasi justru dijauhi.
c. Pesan Satu sisi dan dua sisi
pesan satu sisi paling efektif jika orang dalam keadaan netral atau sudah menyukai suatu pesan. Pesan dua sisi lebih disukai untuk mengubah pandangan yang bertentangan.
3. Penerima Pesan
o Beberapa ciri penerima pesan:
a. Influenceability
sifat kepribadian seseorang tidak berhubungan dengan mudahnya seseorang untuk dibujuk, meski demikian:
- anak-anak lebih mudah dipengaruhi daripada orang dewasa.
- orang berpendidikan rendah lebih mudah dipengaruhi daripada yang berpendidikan tinggi.
b. Arah Perhatian dan Penafsiran
pesan akan berpengaruh pada penerima, tergantung dari persepsi dan penafsirannya yang terpenting pesan yang dikirim ke tangan orang pertama, mungkin dapat berbeda jika info sampai ke penerima kedua.
c. Kekebalan (saat menerima info yang berlawanan)
konsekuensi menerima pesan 1 sisi dan 2 sisi:
- Orang yang menerima, beberapa minggu kemudian kelihatan berbeda pendapat sesuai posisinya.
- Pesan yang berlawanan akan lebih efektif pada penerima pesan satu sisi.
- Penerima pesan 2 sisi lebih memiliki daya tahan terhadap pesan yang berlawanan.
Bagaimana kita suka / tidak suka terhadap sesuatu dan pada akhirnya menentukan perilaku kita.
Sikap :
- suka mendekat, mencari tahu, bergabung
- tidak suka menghindar, menjauhi
Definisi :
1. Berorientasi kepada respon
: sikap adalah suatu bentuk dari perasaan, yaitu perasaan mendukung atau memihak (favourable) maupun perasaan tidak mendukung (Unfavourable) pada suatu objek
2. Berorientasi kepada kesiapan respon
: sikap merupakan kesiapan untuk bereaksi terhadap suatu objek dengan cara-cara tertentu, apabila dihadapkan pada suatu stimulus yang menghendaki adanya respon.
: suatu pola perilaku, tendenasi atau kesiapan antisipatif untuk menyesuaikan diri dari situasi sosial yang telah terkondisikan.
3. Berorientasi kepada skema triadik
: sikap merupakan konstelasi komponen-komponen kognitif, afektif, dan konatif yang saling berinteraksi dalam memahami, merasakan, dan berperilaku terhadap suatu objek di lingkungan sekitarnya.
Secara sederhana sikap didefinisikan :
Ekspresi sederhana dari bagaimana kita suka atau tidak suka terhadap beberapa hal.
Contoh :
sikap dalam kehidupan sehari-hari pada :
- Iklan
- Parpol
- Opini
Komponen atau Struktur Sikap
Menurut Mar’at (1984):
1. Komponen kognisi yang berhubungan dengan belief (kepercayaan atau keyakinan), ide, konsep,persepsi, stereotipe, opini yang dimiliki individu mengenai sesuatu.
2. Komponen Afeksi yang berhubungan dengan kehidupan emosional seseorang menyangkut perasaan individu terhadap objek sikap dan menyangkut masalah emosi.
3. Komponen Kognisi yang merupakan kecenderungan bertingkah laku ”kecenderungan” belum berperilaku.
- Interaksi antara komponen sikap :
Seharusnya membentuk pola sikap yang seragam ketika dihadapkan pada obejk sikap.
Apabila salah satu komponen sikap tidak konsisten satu sama lain, maka akan terjadi ketidakselarasan akibat terjadi perubahan sikap.
Pembentukan Sikap
Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap :
1. Pengalaman pribadi
Dasar pembentukan sikap: pengalaman pribadi harus meninggalkan kesan yang kuat
Sikap mudah terbentuk jika melibatkan faktor emosional.
2. Kebudayaan
Pembentukan sikap tergantung pada kebudayaan tempat individu tersebut dibesarkan
Contoh pada sikap orang kota dan orang desa terhadap kebebasan dalam pergaulan.
3. Orang lain yang dianggap penting (Significant Otjhers) yaitu: orang-orang yang kita harapkan persetujuannya bagi setiap gerak tingkah laku dan opini kita, orang yang tidak ingin dikecewakan, dan yang berarti khusus.
Misalnya: orangtua, pacar, suami/isteri, teman dekat, guru, pemimpin. Umumnya individu tersebut akan memiliki sikap yang searah (konformis) dengan orang yang dianggap penting.
4. Media massa
Media massa berupa media cetak dan elektronik
Dalam penyampaian pesan, media massa membawa pesan-pesan sugestif yang dapat mempengaruhi opini kita.
Jika pesan sugestif yang disampaikan cukup kuat, maka akan memberi dasar afektif dalam menilai sesuatu hal hingga membentuk sikap tertentu
5. Institusi / Lembaga Pendidikan dan Agama
Institusi yang berfungsi meletakkan dasar pengertian dan konsep moral dalam diri individu. Pemahaman baik dan buruk, salah atau benar, yang menentukan sistem kepercayaan seseorang hingga ikut berperan dalam menentukan sikap seseorang.
6. Faktor Emosional
Suatu sikap yang dilandasi oleh emosi yang fungsinya sebagai semacam penyaluran frustrasi atau pengalihan bentuk mekanisime pertahanan ego.
Dapat bersifat sementara ataupun menetap (persisten/tahan lama)
Contoh: Prasangka (sikap tidak toleran, tidak fair)
Teori Tentang Sikap
1. Teori Keseimbangan
- Fokus: upaya individu untuk tetap konsisten dalam beersikap dalam hidup
- Teori keseimbangan dalam bentuk sederhana:
- Melibatkan hubungan-hubungan antara seseorang dengan dua objek sikap. Ketiga elemen tersebut dihubungkan dengan:
# Sikap favorable (baik, suka, positif)
# Sikap unfavorable (buruk, tidak suka, negatif)
- Pembentukan sikap tersebut dapat dapat seimbang atau tidak seimbang.
Faktor-faktor Perubah Sikap
Perubahan Sikap dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu:
1. Sumber dari pesan
o Sumber pesan dapat berasal dari: seseorang, kelompok, institusi
o Dua ciri penting dari sumber pesan:
a. Kredibilitas
semakin percaya dengan orang yang mengirimkan pesan, maka kita akan semakin menyukai untuk dipengaruhi oleh pemberi pesan.
Dua aspek penting dalam kredibilitas, yaitu:
- Keahlian keahlian dan kepercayaan saling berkaitan
- Kepercayaan
Tingkat kredibilitas berpengaruh terhadap daya persuasif
Kredibilitas tinggi daya persuasif tinggi
Kredibilitas rendah daya persuatif rendah
b. Daya Tarik
Kredibilitas masih perlu ditambah daya tarik agar lebih persuatif
Efektivitas daya tarik dipengaruhi oleh:
- daya tarik fisik
- menyenangkan
- kemiripan
2. Pesan (Isi pesan)
oUmumnya berupa kata-kata dan simbol-simbol lain yang menyampaikan informasi
o Tiga hal yang berkaitan dengan isi pesan:
a. Usulan
suatu pernyataan yang kita terima secara tidak kritis pesan dirancang dengan harapan orang akan percaya, membentuk sikap, dan terhasut dengan apa yang dikatakan tanpa melihat faktanya.
Contoh :
iklan di TV
b. Menakuti
cara lain untuk membujuk adalah dengan menakut-nakuti. Jika terlalu berlebihan maka orang menjadi takut, sehingga informasi justru dijauhi.
c. Pesan Satu sisi dan dua sisi
pesan satu sisi paling efektif jika orang dalam keadaan netral atau sudah menyukai suatu pesan. Pesan dua sisi lebih disukai untuk mengubah pandangan yang bertentangan.
3. Penerima Pesan
o Beberapa ciri penerima pesan:
a. Influenceability
sifat kepribadian seseorang tidak berhubungan dengan mudahnya seseorang untuk dibujuk, meski demikian:
- anak-anak lebih mudah dipengaruhi daripada orang dewasa.
- orang berpendidikan rendah lebih mudah dipengaruhi daripada yang berpendidikan tinggi.
b. Arah Perhatian dan Penafsiran
pesan akan berpengaruh pada penerima, tergantung dari persepsi dan penafsirannya yang terpenting pesan yang dikirim ke tangan orang pertama, mungkin dapat berbeda jika info sampai ke penerima kedua.
c. Kekebalan (saat menerima info yang berlawanan)
konsekuensi menerima pesan 1 sisi dan 2 sisi:
- Orang yang menerima, beberapa minggu kemudian kelihatan berbeda pendapat sesuai posisinya.
- Pesan yang berlawanan akan lebih efektif pada penerima pesan satu sisi.
- Penerima pesan 2 sisi lebih memiliki daya tahan terhadap pesan yang berlawanan.

0 comments