Sedikit Cerita tentang mbah Google
10/07/2012
Google, siapa yang tidak tau Google. Mesin pencari tercanggih dan terpopuler di dunia. Google telah menjadi search engine yang paling sering dipakai orang di dunia setiap hari. Hanya dengan mencari kata kunci atau keyword yang ingin dicari, Google telah mencari dan menemukan artikel-artikel yang dibutuhkan dari berbagai situs di dunia dengan waktu tidak sampai 1detik. Luar biasa bukan???
Anda akan menemukan artikel yang anda cari secepat itu dengan gratis, kecuali anda membayar Internet anda.
Pertama kalinya,Google hanyalah sebagai mesin pencari biasa disebuah perusahaan komputer yang besar. Dia diciptakan oleh 2 orang yang saling bersahabat yaitu Larry Page dan Sergey Brin. Sebagaimana kebanyakan penemu luar biasa lainnya Larry dan Sergey tidak
pernah membayangkan bahwa mereka akan sampai ke kondisi seperti
sekarang. Mereka adalah tipikal pekerja keras yang brilian dan tidak mau
menyerah terhadap hambatan dan tantangan apapun. Larry Page dan Sergey
Brin bertemu di Universitas Stanford, California sebagai mahasiwa post
doctoral (PhD). Persahabatan mereka dibangun melalui serangkaian
perdebatan-perdebatan yang sangat panjang sebagai mahasiswa PhD dibidang
komputer. Mereka berdua adalah mahasiswa yang selalu haus mencari
jawaban dari suatu persoalan. Penemuan program pencari Google diawali
dari fakta yang mereka hadapi ketika sulitnya mengumpulkan informasi
dalam waktu yang singkat. Dari hasil penelitian mereka terhadap sejumlah
search engine (program pencari) yang sudah ada, mereka mendapati bahwa
kebanyakan program pencari tidak mampu memberikan hasil yang memuaskan.
Kenyataan itu menantang Larry dan Sergey untuk menciptakan program
komputer baru yang tidak hanya cepat tetapi juga mampu memberikan urutan
website berdasarkan tingkat kepentingan informasi.. Saking
bersemangatnya mereka ingin menciptakan program komputer, mereka
membentuk perusahaan agar mampu mewujudkan idenya itu. Maka dengan
bersusah payah meyakinkan orang akhirnya ada yang mau meminjami 100 ribu
dollar sebagai modal awal untuk membuka kantor di tahun 1998.
Larry dan Sergey memulai perusahaannya dengan berkantor di garasi sewaan
di kawasan Menlo Park, California. Dengan semangat yang luar biasa dan
kerja keras yang tiada henti, dalam waktu yang singkat Larry dan Sergey
menjadikan Google perusahaan dengan kemajuan yang sangat fantastis.
Google berkembang melewati batas-batas perkiraan orang. Bahkan Google
berani melawan “mainstream” kebanyakan perusahaan. Dari modal 100 ribu
dollar di tahun 1998, pada tahun 2004, nilai penjualan Google sudah
menjadi 3,2 milliar dólar, dan pada bulan Agustus 2005, nilai saham
Google merkoket ke 79,6 milliar dollar.
Perjalanan fantastis Google itulah yang diceritakan oleh David A. Vise
dan Mark Malseed dalam bukunya The Google Story (Kisah Sukses Google).
David A. Vise, wartawan pemenang hadiah penghargaan bergengsi Pulitzer,
menuliskan keberhasilan Google dengan gaya bercerita ala novel. Buku ini
menarik sebagai cerita terlebih lagi sebagai biografy the Google Guys,
sebutan untuk Larry Page dan Sergey Brin dalam membangun Google. David A
Vise membuat alur cerita tidak murni berdasarkan kronologis kejadian,
tetapi berdasarkan tema cerita yang ia ingini. Seperti diakuinya, Vise
dan Malseed menjalin cerita berdasarkan ribuan jam penelitian dan
wawancara dengan sejumlah orang.
Google memang fenomena menghebohkan diabad millenium yang menjadikan
dunia berbasiskan internet. Ia menghebohkan tidak hanya karena
kemampuannya sebagai mesin pencari yang luar biasa, tetapi juga sebagai
perusahaan yang terus menerus mengeruk untung. Sejak tahun pertama
pendirian Google sampai enam tahun berturut-turut Google mencatat
keuntungan yang menanjak sepanjang tahun. Google bahkan berani mendikte
kemapanan pasar saham Wallstreet untuk mengikuti kemauan the Google
Guys. Ketika Google hendak mendaftarkan dirinya sebagai perusahaan
terbuka di Wallstreet, Google dengan berani tidak mau mengikuti sejumlah
”aturan” yang dibuat oleh Wallstreet. The Google Guys menilai bahwa
para pialang di Walstreet merupakan kumpulan para mafia yang
menggerogoti perusahaan yang akan go publik disana. Menurut Larry dan
Sergey para pialang Wallstreet akan meraup keuntungan yang sangat besar
sementara perusahaan yang mau go publik harus berjuang mati-matian untuk
bertahan. Karena itulah the Google Guys membuat aturan sendiri untuk go
publik. Dengan luar biasa Sergey dan Larry melakukan jurus jitu
menundukkan pialang Wallstreet. Dan semua kesuksesan itu dilakukan dalam
usia yang sangat muda. Ketika Google melakukan go publik di Wallstreet
pada bulan Agustus 2004, Sergey dan Brin berusia belum genap 31 tahun.
Sejak awal pendirian perusahaan, Sergey dan Larry hanya mempekerjakan
orang-orang pilihan. Bahkan ketika perusahaannya belum jelas dari mana
akan memperoleh uang, Sergey dan Larry tidak pernah berhenti mencari
karyawan dengan kualifikasi terunggul. Dengan kecerdasan dan kemampuan
keduanya menjual ide kepada orang untuk bekerja bersama mereka dan
merekrut para PhD dari universitas terkemuka.
Mereka juga membajak jago-jago komputer dari sejumlah perusahaan besar Amerika. Dengan berani Google mengincar orang-orang unggulan dari Microsoft dan Yahoo untuk pindah ke Google. Sejumlah karyawan andalan Microsoft akhirnya memang pindah ke Google.
Mereka juga membajak jago-jago komputer dari sejumlah perusahaan besar Amerika. Dengan berani Google mengincar orang-orang unggulan dari Microsoft dan Yahoo untuk pindah ke Google. Sejumlah karyawan andalan Microsoft akhirnya memang pindah ke Google.
Google juga berhasil membangun sistem kerja yang unik dengan para
karyawannya. Di Googleplex, kantor pusat mereka saat ini di Silicon
Valley, California, suasana kerja diciptakan sedemikian rupa, sehingga
kesan formalitas ditanggalkan. Google menyusun manajemen perusahaan ala
kampus yang memberi keleluasaan bagi karyawan untuk mengembangkan
inovasinya tanpa batas. Meski demikian, prinsip objectivitas terus
dikembangkan. Semboyan perusahaan Don’t be Evil digunakan sebagai
pedoman untuk menjunjung nilai-nilai objektivitas dan kejujuran. Di
Googleplex, mereka juga merancang ruangan sedemikian rupa sehingga
menimbulkan kesan bagaimana para pendiri bisa tetap dekat dengan
karyawan. Ruangan ditata sehingga nyaris tidak ada batas-batas antar
sesama karyawan, Untuk ini Sergey dan Larry bahkan ikut terlibat sangat
detail dalam perencanaann ruangan kerja.
Untuk mendukung karyawan yang prima dalam bekerja, mereka menyiapkan
makanan sehat bagi karyawan. Untuk itu koki khusus direkrut untuk
memasak makanan sehat bagi semua karyawan. The Google Guys berkeyakinan
bahwa makanan sehat sangat diperlukan bagi karyawan yang bekerja keras.
Dan itu semua harus disediakan perusahaan. Koki jempolan secara khusus
menyusun program makan sehat dan teratur di Googleplex.
Keberhasilan Google juga tidak lepas dari persoalan hukum. Dalam
pengembanganproduk-produknya, Google dinilai berbagai pihak melakukan
perbuatan melawan hukum. Beberapa pihak mencoba menuntut di pengadilan,
tetapi dengan gigih para pengacaranya menghasilkan kemenangan dipihak
Google. Ketika dihadapkan pada tuntutan hukum untuk tuduhan
”penjiplakan” sistim periklanan, Google juga berhasil mengalahkan
lawan-lawannya. Sergey dan Larry memang tidak mau main-main dalam dalam
bekerja, dalam proses hukum mereka menggunakan pengacara-pengacara
jempolan.
Google dalam waktu 6 tahun memang telah menggegerkan dunia. Para
saingannya dibuat kalang kabut, bahkan Bill Gates bos Microsoft termasuk
yang ketar-ketir menghadapi Google. Saat buku The Google Story karya
David A. Vise diterbitkan ditahun 2005, Google bahkan masih terus
menikmati kejayaanya. Saat inipun Google masih terus melakukan
inovasi-inovasi untuk memantapkan kerajaannya di dunia internet. Google
Labs sebagai wadah untuk mencoba produk-produk baru yang terus bertambah
jumlahnya. Andapun mungkin sudah masuk dalam jaringan pengguna Google
saat ini. Perkembangan Google dalam tahun- tahun kedepan pantas untuk
diperhatikan, seberapa jauh raksasa internet ini akan semakin merambah
dan mengikat dunia atau menuju suatu perkembangan yang tidak terpikirkan
sebelumnya. Selamat ber-Google ria, selamat menjelajah dunia di ujung
jari anda.
Resensi buku Kisah Sukses Google
Nama buku: Kisah Sukses Google (The Google Story)
Pengarang : David A.. Vise dan Mark Malseed
Nama buku: Kisah Sukses Google (The Google Story)
Pengarang : David A.. Vise dan Mark Malseed
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2006.
Tebal: xix + 361 halaman + ii
Tebal: xix + 361 halaman + ii


0 comments